MANTHOUS




" Ning pinggiring bengawan
Tansah setyo ngenteni sliramu
Eling eling jamane semono
Wis ndungkap petung ketigo...."

Lagu itu sungguh asyik untuk dinikmati
Semua engkau ciptakan dengan sangat indah
syair yang engkau buat menghanyutkan
perpaduan itu sungguh luar biasa
SELAMAT JALAN TEMAN
SEMOGA ENGKAU DAMAI DI ALAM SANA
SEINDAH SYAIR LAGU YANG ENGKAU CIPTAKAN.

Kadafi Muammar Gaddafi


Sungguh mengerikan kematianmu Khadafi walau engkau melakukan perlawanan, namun tak ada daya untuk terus berontak hingga salah satu keningmu berlubang. Selamat jalan Kolonel.

Anggota Dewan

Sekaya kayanya dirimu, kamu hanya wakilku (rakyat)

Hanya Kau Belahan Jiwaku

kau hadirkan diri mu, di saat aku perlukan
kau hulurkan tangan mu ketika aku jatuh terkulai
kau tunjuk arah ku, ketika aku tersesat jalan..
kau terangi langkah ku ketika aku kegelapan..

PETANI

Dinginnya pagi tak kau hiraukan
Ketika musim mengharuskanmu menanam
Sejumput benih yang kau taburkan
Berharap menjadi pangan di masa depan
Cucuran keringat membasahi badan
Lelah letih menggelayuti pikiran
Namun kau tetatp laksanakan
Tugasmu wahai petani bagai pahlawan
Meski kini pupuk semakin meninggi
Tapi petani tak pernah undur diri
Dari belenggu pemerintahan tirani
Yang masih saja berkedok subsidi
Meski pula hasilmu tak seberapa
Bahkan sering dipandang sebelah mata
Namun bagiku kaulah orang terkaya
Yang bila tanpamu tak bisa orang hidup di dunia


Dedikasi untuk petani Indonesia masa kini
Baturetno, 25 mei 2010